Rabu, 08 September 2021

Bubur Bayi Sehat Yang Cocok Dikonsumsi Bayi

Apakah saat ini anak sudah menginjak usia 6 bulan? Bila sudah, berarti ibu harus bersiap untuk mulai menyiapkan makanan pendamping ASI (MPASI). Pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, nutrisi sangat berperan penting untuk mengoptimalkan pertuhan dan perkembangannya. Untuk mendukung perkembangan si anak, salah satu makanan pendamping yang bisa diberikan padanya ialah bubur. Bubur bayi sehat tentunya mengandung nutrisi vitamin dan mineral. 

Sayur Cocok Digunakan Bubur Bayi Sehat

Kita tahu bahwa sayur merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk tumbuh kembang anak. Karena itu supaya asupan vitamin dan mineralnya tercukupi, ibu harus menambahkan sayuran ke dalam menu bubur bayi sehat. Bahkan warna sayuran yang berbeda akan mengandung vitamin yang berbeda. Oleh karena itu, untuk membantu memastikan MPASI mengandung nutrisi yang seimbang, ibu sebaiknya memperhatikan berbagai jenis sayuran di dalam menu MPASI anak. Berikut ini adalah beberapa jenis sayuran yang cocok untuk diolah bersama menu MPASI untuk anak.

Berbagai Macam Sayur Untuk Bubur Bayi

Pertama adalah sayur bayam. Bayam merupakan sayuran yang kaya akan zat besi. Zat besi merupakan nutrisi yang sangat penting bagi pertumbuhan anak. Mengolah bayam untuk bubur bisq dengan direbus lalu disaring ataupun dicincang. Yang kedua, sayur wortel. Wortel merupakan sayur kaya akan beta karoten, kemudian diubah menjadi vitamin A yang baik untuk pencernaan anak. Wortel merupakan sayuran yang cocok bila diolah bersama bubur. 

Lalu sayur yang terakhir brokoli. Bila anak sudah mulai mahir dalam hal mengunyah, ibu bias memanfaatkan sayur brokoli yang sarat akan vitamin dan mineral untuk disajikan bersama bubur. 

Itulah beberapa sayuran yang bisa dimanfaatkan dan dimasukkan ke dalam MPASI supaya nutrisi anak tetap seimbang di dalam arus tumbuh kembangnya. Sayuran mengandung vitamin dan mineral yang penting bagi anak-anak. Sayur bayam, wortel, brokoli, kembang kol adalah sayuran yang bisa dicampur dengan bubur bayi sehat, serta dapat menunjang nutrisi anak terpenuhi.

Selasa, 24 Agustus 2021

Kenali Tahap Perkembangan Anak Usia 6 Tahun

 




Anak usia 6 tahun mulai memasuki usia sekolah yang mana artinya ada banyak hal baru yang harus mereka pelajari. Untuk mempersiapkan anak masuk usia sekolah, Mam perlu mengetahui tahap perkembangan anak usia 6 tahun secara emosi maupun fisik. Pada umumnya aspek perkembangan yang harus diperhatikan yaitu sosial emosional, fisik, kognitif, dan bahasa. Berikut lebih penjelasan lebih lengkapnya untuk Anda:


Perkembangan Fisik

Perkembangan fisik anak juga berhubungan dengan pertumbuhan tinggi dan berat badan. Anak memiliki berat badan 3 kilogram lebih banyak dibandingkan usia sebelumnya, sementara tinggi badannya 6 cm lebih tinggi. Beberapa kemampuan fisik lain yang dikuasai yaitu meloncat, lari, naik sepeda, menggambar, mengancingkan baju sendiri, mengikat tali sepatu, mengerti peraturan permainan, dan menggunakan alat sesuai kemampuannya.


Perkembangan Sosial Emosional

Tahap perkembangan anak selanjutnya yaitu dari aspek sosial emosional. Pada usia ini mereka mulai mandiri dan bisa melakukan apa yang orang dewasa lakukan. Karena hal tersebut, Mam perlu melakukan pengawasan dengan baik. 


Perkembangan Kognitif

Perkembangan kognitif yang sangat penting untuk membantu Si Kecil di sekolahnya. Anak usia 6 tahun biasanya sudah mengerti tentang salah dan benar. Mereka juga mulai bisa membedakan antara kenyataan dan imajinasi. Beberapa kemampuan yang dimiliki pada aspek kognitif yaitu menceritakan identitas, mengenal waktu, menghitung, membedakan kanan serta kiri, dan lain sebagainya.






Perkembangan Bahasa

Perkembangan bahasa anak digunakan untuk berkomunikasi dengan teman ataupun guru. Anak usia 6 tahun sudha bisa berbicara menggunakan 5-7 kata dalam satu kalimat. Mereka mulai bisa membaca, fokus lebih dari 15 menit, mengeja nama, dan menjelaskan hobi atau aktivitas kesukaannya.


Itulah tahap perkembangan anak usia 6 tahun yang harus Anda ketahui sebelum Si Kecil memasuki usia sekolah. Anda juga perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dan stimulasi untuk membantu perkembangan anak yang optimal. Stimulasi bisa melalui aktivitas serta permainan mendidik. Sedangkan stimulasi melalui makanan yang dilengkapi susu pertumbuhan. Wyeth Nutrition menghadirkan susu S-26 GOLD untuk anak usia 1-12 tahun. Pada usia 6 tahun, Anda bisa memilih varian S-26 Promise GOLD karena bisa diminum oleh anak 3-12 tahun.


Senin, 23 Agustus 2021

Dua Faktor yang Wajib Diketahui untuk Menjadi Anak pintar


Memiliki Anak pintar adalah dambaan semua orang tua dimana saja. Hanya saja, tidak sedikit mereka belum memahami bagaimana membuat anak tumbuh menjadi pintar dan cerdas. Untuk itu, di artikel ini akan dibahas tentang hal apa saja yang perlu dilakukan.


Sebenarnya, kecerdasan seorang anak dipengaruhi oleh dua hal yaitu genetik dan lingkungan. Adapun yang dimaksud dengan faktor genetik adalah kemampuan yang memang diturunkan oleh orang tua si Kecil. Sebaliknya, faktor lingkungan dikaitkan dengan asupan nutrisi, pola asuh yang diterima serta pendidikan yang diterima nantinya.


Cara untuk membuat anak menjadi pintar

Tidak sulit untuk membuat anak pintar asalkan peran orang tua untuk menemani sangat dibutuhkan disini. Berikut ini beberapa caranya seperti :


Memastikan kebutuhan nutrisi

Di usia golden age adalah usia dimana otak mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Nah, perkembangannya ini sendiri dipengaruhi oleh asupan nutrisi dan pola makan yang diberikan. Untuk itu, pastikan Anda memberikan ikan, buah buahan, susu dan sayuran sebagai menu sehari hari.


Mengenal gaya belajar si Kecil

Perlu Anda ketahui bahwa anak belajar menggunakan tiga gaya yaitu visual, auditori dan kinestetik. Nah, sudah saatnya Anda memahami yang mana gaya belajar si kecil apakah auditori yaitu mudah memahami lewat pendengaran atau visual yang mudah menyerap pelajaran lewat penglihatan. Sebaliknya, jika si Kecil adalah tipe kinestetik yaitu banyak melakukan gerakan saat belajar maka penuhi kebutuhannya.




Tumbuh kembang anak berbeda di setiap fase pertumbuhan. Untuk memastikan si Kecil tumbuh dengan optimal, diperlukan nutrisi dan stimulasi yang tepat. Stimulasi sebaiknya diberikan sesuai dengan usia dan rutin, sedangkan nutrisi bisa diberikan dalam bentuk makanan bergizi dan dilengkapi dengan susu pertumbuhan untuk anak usia di atas 1 tahun. Wyeth Nutrition hadir dengan produk varian susu S-26 GOLD, yaitu S-26 Procal GOLD ( Susu Pertumbuhan untuk anak 1 -3 tahun) dan S-26 Promise GOLD (susu bubuk untuk anak 3 tahun ke atas) untuk mendukung kebutuhan nutrisi si Kecil. S-26 Procal GOLD dan S-26 Promise GOLD dengan formula MULTIEXCEL™ αLipids System® membantu Mam mendukung potensi si Kecil dan kemampuan belajarnya yang progresif agar Dari Belajar Jadi Hebat.


Kamis, 22 Juli 2021

Ketahui Perbedaan Laktosa dan Sukrosa Pada Susu Bayi

Pemberian susu pertumbuhan untuk anak memang penting untuk mendukung tumbuh kembangnya. Susu menjadi asupan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh si Kecil. Namun, dalam memilih susu pertumbuhan terbaik, Mom harus teliti dan cermat. Ketahui terlebih dulu kandungan gizi susu pertumbuhan serta manfaatnya. Termasuk perbedaan Laktosa dan Sukrosa pada susu bayi. Hal ini penting untuk memberikan si Kecil asupan nutrisi terbaik guna menunjang tumbuh kembangnya.


Mengetahui kandungan gizi yang ada dalam susu pertumbuhan seperti Laktosa dan Sukrosa sangat lah penting. Laktosa dan Sukrosa sendiri merupakan jenis gula yang biasanya terdapat dalam susu pertumbuhan. Meskipun keduanya sama-sama merupakan gula yang manis, namun keduanya memiliki perbedaan.  Sukrosa merupakan gabungan karbohidrat sederhana glukosa dan fruktosa. Sedangkan Laktosa merupakan gabungan dari glukosa dan galaktosa di mana secara alami Laktosa bisa ditemukan dalam ASI maupun susu sapi.


Perbedaan Laktosa dan Sukrosa pada susu bayi terlihat pada sumber alami keduanya. Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa Laktosa secara alami bisa diperoleh dari ASI dan susu sapi. Sedangkan untuk Sukrosa secara alami bisa diperoleh dari buah-buahan dan sayuran. Di mana sukrosa biasanya diproses untuk menghasilkan gula pasir yang menjadi pemanis tambahan (sukrosa). 


Perbedaan lainnya terdapat pada rasa dari keduanya, yakni Laktosa memiliki rasa manis yang lebih rendah dibandingkan dengan Sukrosa. Namun, Laktosa berperan penting bagi kesehatan anak terutama untuk membentuk mikrobiota ususnya, sehingga keseimbangan bakteri baik di dalam pencernaan si Kecil terjaga. Tidak hanya itu, manfaat yang dihadirkan Laktosa meliputi:



  1. Menjaga kesehatan gigi, kandungan Laktosa pada susu membantu si Kecil terhindar dari resiko gigi berlubang.

  2. Laktosa tidak menyebabkan obesitas karena memiliki nutrisi yang tinggi dan rendah kalori.

  3. Meningkatkan proses penyerapan kalsium dalam tubuh, sehingga bisa membantu untuk menguatkan tulang dalam proses pertumbuhan anak.

  4. Menjaga sistem pencernaan tetap sehat, karena kandungan Laktosa mampu mendukung mikrobiota usus dalam menyeimbangkan bakteri baik di dalam sistem pencernaan.

  5. Mendukung penguatan sistem imun anak, sehingga si Kecil tidak mudah sakit.


Setelah mengetahui perbedaan Laktosa dan Sukrosa pada susu bayi, tentu Mom harus lebih cermat dalam memilih susu pertumbuhan. Sebaiknya, pilihlah susu pertumbuhan dengan kandungan Sukrosa 0 gram seperti LACTOGROW.

Lactogrow adalah susu pertumbuhan anak yang diperkaya dengan kandungan serat pangan (inulin) serta Lactobacillus reuteri yang akan membantu menjaga kesehatan saluran cerna si Kecil. Terus dukung si Kecil GrowHappy dengan LACTOGROW.





Minggu, 18 Juli 2021

Perkembangan Emosi pada Anak

Perilaku si Kecil yang selalu berubah-ubah seiring dengan pertumbuhannya, dapat dipengaruhi oleh perkembangan emosinya. Fase perkembangan anak dari askep emosinal dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan keluarga si Kecil, Mam. Perkembangan emosi si Kecil pada usia 0-5 tahun sangat penting untuk dipahami oleh Mam dan Pap, karena dapat berpengaruh pada perkembangan si Kecil hingga dewasa. Oleh karena itu, penting untuk Mam dan Pap memahami seperti apa fase perkembangan emosional pada si Kecil. Berikut ini beberapa fase perkembangan anak dari aspek emosinya, Yuk mari kita simak!

Usia 0 Tahun

Pada fase ini, emosi yang pertama dirasakan si Kecil adalah rasa aman. Rasa aman yang didapatkan dari lingkungannya seperti digendong atau diberikan ASI oleh si ibu. Lalu perasaan aman dan nyaman juga didapat dari interaksi dengan orang sekitarnya sehingga si Kecil akan memberikan balasan seperti senyuman saat diajak berbicara. 

Usia 1-3 Tahun

Pada rentan usia ini, perkembangan emosi si Kecil biasanya dinamis dan belum stabil, karena tantrum masih menjadi kebiasaan mereka. Pada usia 1-2 tahun, si Kecil mengekspresikan emosinya dengan marah, takut, senang, dan menangis. Si Kecil belum dapat mengekspresikan emosinya melalui kata-kata, sehingga lebih mudah gelisah dan menangis jika keinginannya tidak dipenuhi. 

Ketika usia 2 tahun, si Kecil sudah mulai belajar untuk mandiri dan melakukan segala hal sendiri yang berhubungan dengan perkembangan emosinya. Rasa penasaran si kecil juga sudah muncul. Maka dari itu, si Kecil akan mencoba memahami dirinya sendiri. 

Usia 3-4 Tahun

Diusia 3- 4 tahun, si Kecil mulai mengenal emosinya. Si Kecil mulai mengerti dna mengendalikan emosinya sendiri. Sebagai contoh, ketika si Kecil menemukan sesuatu yang lucu, ia akan histeris, dan ketika hal yang membuatnya marah, ia akan menangis untuk melampiaskan emosinya.

Usia 4-5 Tahun

Pada usia ini, si Kecil sudah dapat lebih mengenal emosinya dan lebih dapat mengendalikannya. Si Kecil pun dapat menenangkan temannya yang sedah bersedih. Sisi emosinya pun juga sering muncul jika suasana hatinya kurang baik. Di usia ini, si Kecil gemar menghibur dengan caranya sendiri.

Itulah fase perkembangan emosi anak usia 1-5 tahun yang perlu dikenali Mam dan Pap. Apabila perkembangan si Kecil dapat berjalan dengan baik, maka ia akan menerima lingkungan dan dirinya sendiri.

Kamis, 20 Mei 2021

6 Langkah Seorang Mahasiswa Menuju Alam Sutera Apartemen Pertamanya

Tidak seperti tinggal di perumahan dalam kampus, pindah ke luar kampus berarti Anda harus mengurus banyak hal sendiri. Panduan apartemen pertama mahasiswa ini menguraikan apa yang perlu Anda lakukan untuk mempersiapkan dan memprioritaskan banyak hal ketika memilih Alam Sutera apartemen untuk tempat tinggal Anda.

Mempersiapkan Apartemen Pertama Anda Sebagai Mahasiswa

Cari kompleks apartemen yang dekat dengan kampus: Menemukan apartemen yang dekat dengan tempat Anda bersekolah dan bekerja membantu mengurangi biaya seperti parkir dan BBM. Memilih kompleks seperti Alam Sutera apartemen juga lebih aman karena mereka cenderung memiliki lebih banyak keamanan atau gedung atau gerbang yang terkunci seperti yang dimiliki kampus.

Menganggarkan apa yang Anda mampu sebagai mahasiswa: Dapatkah Anda menemukan apartemen yang cukup terjangkau untuk ditinggali sendiri? Menjawab pertanyaan ini, ditambah memperhitungkan utilitas dan perjalanan Anda adalah langkah pertama untuk mengembangkan anggaran.

Buat daftar hal-hal penting apartemen: Mempersiapkan apartemen pertama bagi mahasiswa berarti memastikan Anda memiliki kebutuhan, termasuk furnitur untuk setiap kamar, peralatan kecil, piring, perkakas, peralatan masak, dan banyak hal lain sebelumnya. Mulailah mengemas atau membeli barang-barang ini, atau lihat apakah keluarga Anda memiliki barang yang dapat mereka sumbangkan untuk Anda.

Belanja persediaan: Sebelum pindah, berbelanjalah di toko grosir untuk makanan yang tidak mudah rusak dan persediaan pembersih. Sehingga Anda akan memiliki dasar untuk bekerja setelah hari kepindahan Anda.

Ambil persediaan pengepakan dan pesan truk pindahan: Lihatlah apa yang ingin Anda pindahkan ke apartemen Anda dan apa yang dapat Anda simpan. Bergantung pada ukuran apartemen baru, Anda mungkin perlu menyimpan beberapa barang. Ambil kotak dan sewa truk pindahan atau minta teman dan keluarga untuk membantu dengan mobil pickup untuk hari pindahan Anda.

Langkah Mudah Pindah ke Apartemen Perguruan Tinggi Pertama Anda

Langkah 1

Menyewa truk pindahan. Jika perguruan tinggi tempat Anda kuliah berada jauh dari rumah Anda, Anda memerlukan truk jika Anda memindahkan barang-barang berukuran besar. Anda dapat menyelesaikan pindahan ini dengan bantuan teman atau keluarga dengan mobil pickup mereka. Namun, pergerakan jarak yang lebih jauh memerlukan perencanaan sebelumnya dengan truk pindahan.

Langkah 2

Memastikan utilitas sudah disiapkan sebelum Anda masuk: Mencari apartemen yang tepat adalah satu hal tersendiri, tetapi memastikan utilitas yang Anda butuhkan tersedia pada hari pindahan adalah hal lain. Saat menyiapkan utilitas Anda, pastikan semuanya akan aktif dan berjalan pada hari pertama.

Langkah 3

Apakah Anda memiliki furnitur yang Anda butuhkan? Untuk seorang mahasiswa, anggaran furniture apartemen pertama biasanya rendah. Kunjungi toko barang bekas dan toko furniture yang memberikan diskon untuk membeli semua yang Anda butuhkan sebelum hari pindahan Anda. Jika Anda memiliki teman sekamar, cari tahu apa yang mereka rencanakan untuk digunakan di ruang bersama dalam apartemen Anda.

Langkah 5

Jika Anda pindah dengan teman sekamar, pastikan barang-barang yang digunakan bersama Anda ditandai lebih dulu. Barang bersama mungkin termasuk buku, barang pecah belah, dekorasi, dan banyak lagi. Menandai barang-barang ini memastikan Anda mengetahui apa yang menjadi milik Anda saat tiba waktunya untuk pindah.

Langkah 6

Pergi ke apartemen sebelum memindahkan apa pun. Ambil foto dari setiap sudut dari Alam Sutera apartemen dan, jika ada ketidaksesuaian, buatlah daftar. Mendokumentasikan masalah seperti goresan pada tembok atau noda pada karpet menggunakan foto akan mencegah Anda dikenai biaya saat Anda pindah.

Selasa, 30 Maret 2021

Mengintip 5 Tanda Nutrisi Anak Telah Terpenuhi


Orangtua selalu menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya. Siapa yang tak menginginkan buah hatinya memiliki tubuh kembang yang optimal. Dengan memenuhi nutrisi penting untuk tumbuh kembang anak, diharapkan nutrisi anak telah cukup, sehingga tumbuh kembangnya dapat berjalan secara optimal. Lalu, apa saja indikator untuk mengukur gizi dan nutrisi anak?

Berat dan Tinggi Badan Yang Ideal Sesuai Usia

Tinggi dan berat badan ideal menjadi salah satu indikator bahwa nutrisi anak telah tercukupi. Untuk mengetahui berapa berat dan tinggi badan si kecil, Moms harus mengetahui tabel berat dan tinggi badan ideal anak



  • Tak Mudah Sakit

Agar tidak mudah sakit, Moms harus memenuhi kebutuhan nutrisi makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien sendiri meliputi protein, lemak, dan karbohidrat. Sedangkan Mikronutrien meliputi mineral dan vitamin. Saat kedua nutrisi anak ini terpenuhi, maka daya tahan tubuh anak akan meningkat dan tak mudah sakit. 

  • Kualitas Tidur Yang Baik

Selain badan yang sehat dan tak mudah sakit, kualitas tidur menjadi salah satu indikasi bahwa nutrisi anak telah cukup. Dengan tidur yang nyenyak dan berkualitas, maka tumbuh kembang anak pun akan berjalan secara optimal.

Sebaliknya jika anak tidak dapat tidur nyenyak dan memiliki jam tidur yang tak teratur, dapat menyebabkan sulitnya anak untuk berkonsentrasi dan biasanya cenderung tantrum.

  • Senantiasa Aktif

Anak yang mendapatkan nutrisi cukup, maka anak akan aktif beraktivitas dan semangat untuk menjalani harinya. Sebagai gizi tambahan, Moms bisa memberikan susu pendamping yang bergizi untuk anak di pagi hari seperti LactoGROW yang tinggi kalsium. Selain kalsium, di dalam LactoGROW juga terkandung vitamin dan zat baik lainnya untuk mendukung tumbuh kembang anak. 

  • Nafsu Makan Yang Sesuai

Nafsu makan yang sesuai juga menjadi salah satu tanda nutrisi anak yang cukup. Nafsu makan yang sesuai disini adalah, tingkat keinginan makan anak yang cukup, artinya tidak berlebihan dan tidak kurang. Saat anak memiliki tingkat makan yang sesuai, maka berat badan anak juga akan stabil, sehingga anak akan aktif bergerak.